Sabtu, 20 Desember 2008

Behind the song ( BTS ) “Hilang”

Sehubungan ada beberapa permintaan tentang behind the song “hilang”, nah kali ini kita mau nyeritain sedikit kisah di balik lagu ”Hilang”. Tadinya sih kita mau nyeritain kisah dibalik lagu “I can’t forget you” dulu, tapi nggak jadi sebab banyak yang request BTS “Hilang.”


Sebelumnya kita mohon maaf kalo para fans ( cieee... ) lama menunggu postingan ini -- bukan apa-apa -- agak sulit juga mengorek keterangan dari si pelaku ( sebut saja akang ”x” ) yang pengalamannya menjadi sumber inspirasi buat lagu ”hilang” ini. Di samping itu kita juga lagi sibuk ama profesi sehari-hari, maklum lah bulan desember, mau tutup buku, sekalian itung-itung keuntungan dulu...hihihi..

Terus terang kita nggak nyangka, ternyata lagu ”hilang” ini banyak yang suka, lho… ( terimakasih, terimakasih... ) terbukti dengan adanya pernyataan dari beberapa relawan yang diminta (paksa) buat mendengarkan lagu ini, rata-rata mereka memberi sambutan positif pada lagu ini ( Lain kali kita muat deh komentar-komentar tersebut dalam blog ini, tapi blom tau kapan... )

Para relawan yang dipilih secara acak ini meliputi berbagai kalangan dari pelajar sampai karyawan, dari dokter hingga tukang sol sepatu, dari tua hingga muda, dan dari sabang sampai merauke.... ( hahaha, yang ini ngarang... biar seru).

Nah, seperti yang telah diceritakan sebelumnya, awalnya akang ”x” merasa keberatan ketika ditodong agar menceritakan kisah dibalik lagu “Hilang”.
”Takut membuka luka lama,” katanya lirih. Memang lagu ini menceritakan perasaan seorang cowok yang hancur lebur hatinya menyadari bahwa ceweknya ternyata gemar selingkuh sampai akhirnya si cewek hamil.

Namun demi fans ( ditambah sedikit teror ) akhirnya dia mau juga menuturkan kisah pahitnya itu, dan mendadak suasana tkp menjadi sunyiiii...hiiiiii..... semua orang yang lagi pada nongkrong di basecamp corneLL ini pada pasang muka serius, beberapa malah sibuk membersihkan telinga dulu ( iiiiih... ) biar lebih clear, katanya...

Jadi ceritanya begini,
”Sorgcowoyglgipcrantpisiceweskaslingkuhkrnskabgtslingkuhtrs
mbatrussicebngungnmntatlgmacoworesminyakdubrbuatapayagtudech?”

Haah???... Apaan nih?

”Lho kang ini cerita apa sih?” protes beberapa pendengar. Tenang... rupanya akang ”x” masih agak gak rela membeberkan kisahnya, jadi tunggu sebentar yaaa... lagi di rayu...

Naaah, setelah rayuan selesai, ini dia ceritanya:
”Konon ada sepasang remaja yang sedang di mabuk asmara. Yang cowok sayaaaang banget sama si cewek, yang cewek juga sayang sih tapi si cewek ini hobi selingkuh. Nggak tau hobi kok aneh begitu... mentang-mentang kakeknya si cewek yang berdarah biru ( keturunan bangsawan yang rada feodal, yang masih meributkan masalah bobot, bibit, dan bebet ) punya banyak ( cadangan ) istri , jadi aja nurun ke cucu perempuannya, mungkin ...

Pokoknya nggak keitung deh selingkuhan si cewek, dan karena pergaulan si cewek yang bebas sebebas-bebasnya akhirnya si cewek kebablasan dan seperti kebanyakan cerita-cerita di indonesia si cewek pun tek dung = melendung = pregnant = hamil = berbadan dua.

Demi menghadapi kenyataan bahwa dirinya hamil (itu juga nggak tau dapet sumbangan benih dari pemuda yang mana), dan karena nggak tau musti ngapain, si cewek ini akhirnya berterus terang dan minta tolong ma cowok resminya kudu berbuat apa. Lieur we si cowokna.... (Pusing aja si cowoknya)...
Nah, akibat rasa sayangnya yang tulus pada si cewek, sang cowok pun dengan ( mungkin agak nggak ) rela menerima si cewek seadanya... eh.... apa adanya.”

Udah aja, ceritanya sampai di sini... sang pendongeng ngambek soalnya beberapa pendengar ada yang ketiduran, sih...
”Ih meuni teu ngahargaan ka aing, aing teh keur curhat yeuh....ngadon sarare... sebel...” mungkin begitu kira-kira omelan akang ”x” ini.

Terjemahan bebasnya:
”Ih nggak ngehargain gw banget, gw nih lagi curhat…malah pada tidur....sebel..”

Memang Arly sang pencipta lagu mengakui bahwa lirik lagu ”hilang” yang dia buat ini -- apa ya -- meminjam istilah beberapa komentar pendengar, syairnya ”daleeem banget... ” ( terang aja dalem, arly kan waktu itu lagi gali sumur... hahaha ). Becanda, ding...

” Ya lagu ini adalah merupakan bentuk rasa simpati saya pada si cowok, yang rela berkorban apa saja bahkan korban perasaaan dalam menghadapi kelakuan ceweknya. Mungkin itu yang namanya cinta yang tulus, ya?” kata Arly.
Wah nggak tau ya, ly... aku orang baru sih di sini...

Arly menyambung,” Lagipula dorongan untuk membuat lagu berdasarkan cerita ini begitu kuat menggelora dalam dada ini, hingga ku tak kuat lagi menahan hasrat yang menggelora, yang tanpa sadar telah menggerakkan jemari ini untuk menggoreskan kisah kasih ini dalam sebait lirik, bagaikan magma yang siap dimuntahkan ke segala penjuru dunia, bagaikan lilin yang rela memberikan tubuhnya dibakar api demi memberi sepercik sinar dalam kegelapan, oh kasihku.... kau bagaikan bidadari yang begitu... ARGGGH...”

Ah, udah dulu ya pembaca, saya kabur dulu, Arly-nya dah kumat tuh...
Mohon maaf bilamana ada kata-kata yang meninggalkan goresan tidak menyenangkan dalam hati, salam cinta buat kalian semuaaah...

Permisi, sampai jumpa lagi kapan-kapan....
Semoga sajian ini mampu memuaskan dahaga kalian...
Terakhir Selamat Tahun Baru 1430 Hijriah / 29 Desember 2008 bagi yang merayakan.

diceritakan kembali oleh sikoen

Selengkapnya...

Minggu, 30 November 2008

Cadas Pangeran dan Kekejian Daendels

Setiap usai Hari Raya Idul Fitri setiap tahun, ingatan sebagian pemudik masih membekas. Kemacetan hingga kecelakaan lalu lintas terjadi di mana-mana, terutama Jalur Pantai Utara Pulau Jawa sepanjang sekitar 1.000 kilometer. Hampir setiap tahun, kecelakaan saat arus mudik
maupun balik merenggut tak kurang 30 nyawa. Terlepas dari urusan nyawa-nyawa yang melayang itu, bisa dibayangkan betapa repotnya para pemudik bila tak ada Jalur Pantura. Kendati demikian, tak banyak yang mengetahui bila jalan raya yang membentang antara Anyer, Banten dan Panarukan, Jawa TImur, itu menyimpan sejumlah peristiwa kelam dan berdarah pada awal pembuatannya. Boleh dikatakan, jalan itu dibangun dari keringat dan mayat bangsa Indonesia.

Adalah Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels yang memprakarsai pembangunan jalan "maut" tersebut pada tahun 1809. Dahsyatnya, proyek jalan itu hanya membutuhkan waktu sekitar satu tahun. Jalur Anyer-Panarukan itu dibangun mula-mula sebagai jalan raya pos yang menghubungkan Pulau Jawa pada tahun 1809. Namun, keberhasilan Daendels itu tak terlepas dari penderitaan ratusan ribu warga Jawa yang disuruh kerja paksa atau rodi tanpa bayaran sesen pun. Tak terhitung lagi, ribuan pribumi yang tewas, baik yang melawan maupun meninggal dunia akibat kerja rodi.

Maklum saja, Daendels terkenal dengan kekejamannya dan berlaku sangat keras, yang disukai oleh Kaisar Prancis Napoleon--Prancis saat itu menguasai Kerajaan Belanda. Sebaliknya, bagi bangsa Indonesia, kekejian Daendels sangat dibenci hingga ia mendapat julukan "Mas Galak" atau "Mas Guntur". Julukan itu sesuai dengan tindak tanduknya yang kerap menekan kekuasaan raja-raja atau penguasa setempat, khususnya terhadap wong cilik. Walau begitu, sejumlah "inlader" akhirnya nekat menentang Daendels meski nyawa menjadi taruhan. Namun, tak seluruh rakyat memberontak terhadap kehendak "Si Tuan Besar" itu.

Satu di antara yang menonjol adalah Peristiwa Cadas Pangeran. Betapa tidak, ribuan pekerja rodi yang meninggal paling banyak terjadi di kawasan antara Bandung-Sumedang sepanjang kurang lebih tiga km. Di daerah tersebut memang memiliki medan yang berbukit cadas dan rawan longsor. Bila tak hati-hati, banyak pekerja yang mati ketimbun tanah longsor maupun tertimpa batu-batu besar. Banyak pula yang terjerembab ke jurang selama pembangunan jalan itu. Belum lagi sejumlah binatang buas yang kerap memangsa beberapa buruh rodi yang keletihan di malam hari.

Kabar mengenai ribuan penduduk Sumedang yang tewas akibat kerja rodi tentu membuat gusar penguasa setempat saat itu, yaitu Pangeran Kusumahdinata atau lebih dikenal dengan sebutan Pangeran Kornel. Dia pun merasa terpanggil untuk membela rakyatnya dari tindasan Daendels. Pangeran Kornel segera mengutus beberapa orang kepercayaannya ke lokasi pembuatan jalan yang masih berupa hutan belantara, bercadas keras dengan berbagai binatang buas yang masih berkeliaran. Setelah meneliti keadaan di lapangan, orang-orang suruhan Pangeran Kornel mengungkapkan bahwa kondisi para pekerja paksa sangat memprihatinkan. Bahkan, mereka cuma mempergunakan peralatan atau perkakas yang tergolong sederhana untuk memapras tebing.

Selain kurang peralatan, hambatan lain dalam pembuatan jalan itu adalah perbekalan makanan yang tak mencukupi. Tak heran, buruh rodi banyak yang terjangkit sejumlah penyakit, seperti malaria. Gangguan binatang buas dan hawa dingin yang menusuk di malam hari, turut menambah kesengsaraan para pekerja.

Atas kenyataan itulah, Pangeran Kornel berencana secara terang-terangan melawan Daendels di hadapan para pekerja dan masyarakat Sumedang. Disusunlah rencana pemberontakan terhadap Mas Galak. Setelah rencana dianggap matang, Pangeran Kornel bersama sejumlah pengawalnya pergi ke lokasi kerja rodi tersebut. Dia pun sabar menanti kedatangan Daendels.

Akhirnya, yang ditunggu-tunggu datang juga. Di kejauhan tampak Daendels menunggang kuda dengan didampingi segelintir pasukannya. Daendels memang secara rutin kerap mengawasi pembuatan jalan di daerah bercadas tersebut. Pangeran Kornel mencegat rombongan Gubernur Jenderal yang kejam itu, tepatnya di Desa Ciherang.

Tentu saja Daendels kegirangan melihat kedatangannya disambut sendiri oleh penguasa setempat. Tanpa rasa curiga, dia segera mengulurkan tangan kepada Pangeran Kornel. Bukan kepalang terkejutnya Daendels, saat Pangeran Kornel menyambut ulurannya dengan tangan kiri. Tak cuma itu, penguasa Sumedang ini juga menghunus keris Naga Sastra di tangan kanannya.

Dengan pancaran mata yang tajam tanpa berkedip, Pangeran Kornel terus menatap lawannya. Sontak, keangkuhan Daendels luntur seketika. Dia pun terheran-heran dengan perlakuan dari Pangeran Kornel atau Bupati Sumedang itu. Setelah hilang rasa kagetnya, Daendels bertanya kepada Pangeran Kornel mengenai sikapnya itu.

Tanpa perasaan takut, Pangeran Kornel menjawab bahwa pekerjaan yang dibebankan kepada rakyat Sumedang terlalu berat. Setelah mengucapkan alasannya, Pangeran Kornel menantang Daendels duel satu lawan satu. Layaknya seorang ksatria, Pangeran Kornel berkata bahwa regent (bupati) Sumedang yang bernama Pangeran Kusumahdinata lebih baik berkorban sendiri ketimbang harus mengorbankan rakyat Sumedang yang tak berdosa.

Mendengar alasan yang tegas dan jelas tersebut, serta sadar akan situasi yang tidak menguntungkan baginya, Daendels pun luluh keberaniannya. Kemudian Daendels berjanji akan mengambil alih pekerjaan pembuatan jalan oleh Pasukan Zeni Belanda. Sedangkan rakyat Sumedang diperkenankan hanya membantu saja.

Ternyata itu hanyalah akal-akalan Daendels. Buktinya, beberapa hari kemudian, dia membawa ribuan pasukan Kompeni dan hendak menumpas perlawanan Pangeran Kornel. Pertempuran pun berkecamuk di sana. Rakyat Sumedang serta merta angkat senjata membantu junjungan mereka. Lantaran kekuatan yang tak seimbang, akhirnya tentara penjajah berhasil memadamkan pemberontakan Pangeran Kornel dengan memakan korban yang tak sedikit. Sedangkan Pangeran Kornel yang gagah berani itu gugur di ujung bedil pasukan Belanda.

Semenjak itulah, jalan yang melintasi medan berbukit itu dinamakan Cadas Pangeran. Ini untuk mengenang keberanian Pangeran Kornel yang rela gugur dalam memperjuangkan atau membela kepentingan rakyat Sumedang yang sangat dicintainya.
(ANS/Dari Berbagai Sumber dan Tradisi Sejarah Lisan Masyarakat Pasundan)


sumber:
http://anri.blogspot.com/2002/12/cadas-pangeran-dan-kekejian-daendels.html



Selengkapnya...

Sabtu, 29 November 2008

profil personel corneLL
#02
















nama : Ian "restoe boemi"

posisi : drum
tgl lahir : 28 oktober 1984
hobby : jalan-jalan,dengerin musik
band favorit : Live, weezer, green day
--------------------

Sempat mengecap bangku kuliah di STISI Bandung jurusan Kriya Seni Tekstil, namun tidak diteruskan karena keterbatasan ekonomi. Sejak SMU menyimpan obsesi ingin jadi drummer handal. Obsesi ini diawali dengan berlatih memukul-mukul bangku, bedug dan galon kosong, sambil sekali-sekali mukul drum beneran di rental-rental band. Tapi biarpun terhalang oleh keterbatasan alat, gebukan drum-nya bisa diandelin, lho… simak aja gebukan drum-nya dalam lagu-lagu corneLL.
“Nggak apa-apa sih latihan dengan alat seadanya, yang penting kompak,’ kata Ian tersipu.

Riwayat nge-band Ian boleh dibilang cukup lama. Maen sejak masih SMU, mengikuti berbagai event musik dari skala 17 agustusan sampai skala jawa barat, gonta-ganti grup band sudah sering dialaminya sebelum akhirnya mantap membangun grup band corneLL.

Latihan, latihan dan latihan terus Ian lakukan demi meningkatkan skill bermusiknya. Dan itu dijalanin dengan konsisten disela-sela kesibukan hariannya membuat pola dan desain kerudung.

“Kecil-kecilan sih, yaaa lumayanlah kalo buat nyicil BMW doang…” katanya mengakhiri sesi wawancara paksa ini.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------














nama : wawa
posisi : vocal

tgl lahir : 28 februari 1985
hobby : sport, chatting, dengerin musik
musisi favorit : bon jovi, keen, james blunt
--------------------

Menjadi vokalis handal merupakan cita-cita Wawa sejak SMU, dan itu bukan tidak mungkin bisa terwujud. “Asal kita yakin dan serius dengan apa yang kita kerjakan, bagi saya itu bukan suatu hal yang mustahil,” katanya serius.

Obsesi tersebut rupanya sudah demikian merasuk dalam diri Wawa, hingga Wawa rela meninggalkan kota kelahirannya di Klaten untuk mewujudkan impiannya itu. Dan kota yang dituju Wawa adalah Bandung, sebab iklim kreatif di Bandung terutama di bidang musik dirasakan cocok dengan cita-cita Wawa.

Tapi sesampai di Bandung ternyata nggak mudah untuk mencapai harapan Wawa. Masih panjaaaang jalan yang harus dilalui Wawa untuk mewujudkan cita-cita, dari luntang lantung nggak jelas sampai sering ditolak ikut gabung band-band lokal.
“Kok ditolak?”
“Ya karena nggak sejalan aja,” ujar Wawa singkat.

Lewat den’z studio akhirnya secara nggak sengaja Wawa bertemu dengan para personel corneLL. Dari iseng-iseng ber-jam session akhirnya Wawa ditarik untuk mengisi sesi vokal di corneLL, sebab karakter vokal Wawa dianggap pas dengan tema lagu-lagu yang diusung corneLL.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------














nama : widdy
posisi : keyboard

tgl lahir : 23 maret 1985
hobby : mancing, dengerin musik
band favorit : U2, Live
--------------------

Teman, jika suatu kali kalian berjumpa dengan seorang pemuda yang sedang sibuk mengejar-ngejar bebek di sawah, jangan ragu-ragu lagi. Panggil aja "ANTONNN!!!" dan dijamin pemuda itu tidak akan menghentikan kesibukannya atau bahkan sekedar menoleh. Ya iyalah, lha wong namanya "widdy" kok dipanggil "bambang", jelas aja nggak akan nengok.

Eh, tapi kok beliau ngejar-ngejar bebek, yah? Ops, jangan salah sangka dulu... Widdy bukan ngejar-ngejar bebek buat menyatakan cinta atau syuting acara TV “Termehek-mehek”, tapi memang itulah profesi beliau.

Yup betul banget, profesi widdy sehari-hari selain sebagai penggembala bebek, juga ngumpulin telur-telurnya ( telur bebek maksudnya, bukan telur Widdy ) yang bertebaran di sawah.
"Buat koleksi," katanya sambil tertawa riang. Tapi denger-denger, katanya sih biar tiap hari bisa makan telur bebek sepuasnya. Betul, wid?

Widdy adalah pemain keyboard andalan di corneLL. Walau sering diomelin temen yang sering ngasi pinjam keyboard, Widdy tetap semangat main keyboard. Widdy juga seorang cowok panggilan. Maksudnya sering dipanggil untuk mengisi sesi musik di acara pernikahan, walau sering menerima bayaran berupa ucapan terima kasih dan makan siang gratis. Nggak apa-apa sih, itung-itung mempertinggi jam terbang.

Meskipun sering dimarahi majikan Widdy tetap rajin meluangkan waktu untuk berkumpul dan latihan bersama personel corneLL lainnya.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

demikianlah sekilas info mengenai para personel band corneLL. inti dari pemuatan profil personel tersebut adalah bahwa keterbatasan ekonomi ngga bisa membendung keinginan keras untuk maju dan mewujudkan cita-cita. next time kami akan memberikan sedikit info hot tentang behind the song lagu-lagu band corneLL. nantikan saja kabar dari kami.
tetap dukung kami yaaa.....

-----------------------------------------------------------------------------------------------------


Selengkapnya...

Kamis, 27 November 2008

cornell band profile



This band came from a number of teen who often gathered together in one corner of the Sumedang city and have the same hobby disparities.

To further develop the ability to play each member, since 2001 they agreed to form a band and the band were given the name cornell band.

The name is chosen with consideration that in addition to the Sumedang city not only known as the "city Tahu", they also want to take the elements of nature - is one of the band's name itself is derived from the name one of the most popular figures in the history of the city Roebourne, namely Prince Kornel. This is one of the award against the city they have rendered the Roebourne unite them in a positive activity.

Cornell is a pop alternative band. With experience in the various music events in the West Java, they admitted to enliven ready to plunge the indonesian music.

cornell band are:

Lead guitar : dimas, his band favourite : U2, iwan fals, guns n roses

Guitar : arly, his band favourite : Live, collective soul

Bass : obest, his band favourite : green day, collective soul

Drum : ian “restoe boemi”, his band favourite : Live, weezer, green day

Vocal : wawa, his band favourite bon jovi, keen, james blunt

Keyboard : widdy, his band favourite U2, Live

click here to download our song...

1. I can't forget u

2. lost

=================================================================================

Indonesian Language:

Band ini berawal dari sejumlah anak muda yang sering ngumpul bareng di salah satu sudut kota Sumedang dan sama-sama mempunyai hobi bermusik.

Untuk lebih mengembangkan kemampuan bermusik masing-masing anggota yang telah terasah sejak SMU, sejak tahun 2001 mereka sepakat untuk membentuk sebuah grup band yang diberi nama cornell band.

Nama ini dipilih dengan pertimbangan bahwa selain agar kota Sumedang tidak hanya dikenal sebagai “kota Tahu”, mereka juga ingin mengangkat unsur-unsur yang bersifat lokal – salah satunya adalah nama band sendiri yang berasal dari nama salah satu figur yang populer dalam sejarah kota Sumedang, yaitu Pangeran Kornel. Ini adalah salah satu bentuk penghargaan mereka terhadap kota Sumedang yang telah berjasa mempertemukan mereka dalam satu kegiatan positif.

Adapun aliran musik yang diusung cornell band adalah pop alternative. Dengan pengalaman telah mengikuti berbagai event musik di Jawa Barat, mereka mengaku siap terjun meramaikan jagad musik indonesia.

personel cornell band adalah:


Lead guitar : dimas, musisi favorit : U2, iwan fals, guns n roses
Guitar : arly, band favorit : Live, collective soul
Bass : obez, band favorit : green day, collective soul
Drum : ian “restoe boemi”, band favorit : Live, weezer, green day
Vocal : wawa, band favoritnya bon jovi, keen, james blunt
Keyboard : widdy, band favoritnya U2, Live

contact person:
0815.73082867
0813.57956242
0815.3957829

base camp:
Jl. Raya Gunung Manik no.19 Tanjung Sari - Sumedang

studio recording : den’z studio
music director : den’z
ass. music director : arly
design+photography : koen


klik di bawah ini untuk download lagu kami...
1. I can't forget u
2. hilang



Selengkapnya...

profil personel corneLL
#01















nama : dimas

posisi : lead guitar
tgl lahir : 17 maret 1984
hobby : jalan-jalan, dengerin musik
musisi favorit : U2, iwan fals, guns n roses

--------------------

Pemuda yang mengisi sesi lead guitar di corneLL ini adalah fans berat Iwan Fals. Saking apalnya dengan lagu-lagu Iwan fals, Dimas sering di undang dari satu radio ke radio lain buat mengisi acara radio yang berkaitan dengan iwan fals.


Biar pun putus sekolah (SMU) karena keterbatasan ekonomi (dan jarang punya duit, hehehe…) tapi semangat Dimas buat bermusik terus membara, bahkan menggila. Dimas belajar gitar secara otodidak, namun hal tersebut tidak membuatnya minder dengan gitaris-gitaris bermodal lainnya. Dengan gitar bolong andalan, dan skill bermusik yang tidak bisa dianggap remeh, Dimas mampu menambah ilustrasi dalam aransemen musik corneLL.

Kalo corneLL latihan Dimas sering telat datang, bukan apa-apa sih… karena Dimas dateng ke tempat latihannya jalan kaki.
“Biar
sehat,” katanya.

-------------------------------------
------------------------------------------------------------------












nama : arly
posisi : guitar
tgl lahir : 9 juli 1985
hobby : nonton, baca buku, dengerin musik
musisi favorit : Live, collective soul
--------------------

"Pengalaman adalah guru yang terbaik.”

Sepotong kalimat di atas rupanya mampu diadaptasi oleh cowok yang juga mengisi sesi gitar di corneLL untuk menciptakan lagu. Hampir semua lagu-lagu corneLL dibuat oleh Arly. Rupanya pengalaman masa remaja begitu membekas dalam diri Arly, terutama yang berkaitan dengan masalah “chincah” [ maksudnya cinta=red ] hingga membuat Arly tidak mengalami banyak kesulitan dalam membuat lagu-lagu corneLL. Saat ini sudah ada 30 buah lagu yang diciptakan Arly.
“Itu yang udah beres aransemen-nya, masih banyak kok ide-ide lagu yang tersimpan di otakku,’ katanya. Lagu-lagu tersebut sebagian direkam dalam format kaset.
“Buat bekal album corneLL selanjutnya,” katanya sambil senyum-senyum.

Karir nge-band Arly dimulai sejak SMU, berawal dari obsesi Arly yang pengen banget nge-band. Gonta-ganti band juga sudah sering dialaminya. Sampai akhirnya mungkin karena bosan gonta ganti band terus, akhirnya bersama teman-temannya yang sering ngumpul bareng, mereka sepakat untuk mendeklarasikan terbentuknya CORNELL.

“Buat aku, corneLL adalah wadah yang paling pas buat menyalurkan segala inspirasi yang terpendam,” katanya sambil beranjak pergi.
“Loh, mau kemana, ly?”
“Mo nge-print dulu nih, koen… mo disebar-sebarin buat promosi.”
“Iya deh… sukses buat corneLL ya, Ly…”

-------------------------------------------------------------------------------------------------------












nama : obest
posisi : bass

tgl lahir : 2 februari 1986
hobby : futsal, volly, dengerin musik
band favorit : green day, collective soul
--------------------

Gagal kuliah karena keterbatasan ekonomi tidak mematahkan semangat Obest untuk nge-band. Walau sehari-hari disibukkan dengan pekerjaannya sebagai pegawai konfeksi di sebuah kampung, Obest tetap semangat meluangkan waktunya buat latihan bersama personel corneLL lainnya.

Bermodal gitar bolong andalannya, Obest memandu lagu-lagu corneLL dengan permainan apiknya. Suwer, nggak kalah deh dengan bassis-bassis band lokal lainnya…
“Ah, sayah mah yang penting nikmatin aja, yang penting saya tetap berlatih buat menambah skill,” katanya merendah.

Sip lah….

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

next: profil personel corneLL #02
Selengkapnya...