Sabtu, 20 Desember 2008

Behind the song ( BTS ) “Hilang”

Sehubungan ada beberapa permintaan tentang behind the song “hilang”, nah kali ini kita mau nyeritain sedikit kisah di balik lagu ”Hilang”. Tadinya sih kita mau nyeritain kisah dibalik lagu “I can’t forget you” dulu, tapi nggak jadi sebab banyak yang request BTS “Hilang.”


Sebelumnya kita mohon maaf kalo para fans ( cieee... ) lama menunggu postingan ini -- bukan apa-apa -- agak sulit juga mengorek keterangan dari si pelaku ( sebut saja akang ”x” ) yang pengalamannya menjadi sumber inspirasi buat lagu ”hilang” ini. Di samping itu kita juga lagi sibuk ama profesi sehari-hari, maklum lah bulan desember, mau tutup buku, sekalian itung-itung keuntungan dulu...hihihi..

Terus terang kita nggak nyangka, ternyata lagu ”hilang” ini banyak yang suka, lho… ( terimakasih, terimakasih... ) terbukti dengan adanya pernyataan dari beberapa relawan yang diminta (paksa) buat mendengarkan lagu ini, rata-rata mereka memberi sambutan positif pada lagu ini ( Lain kali kita muat deh komentar-komentar tersebut dalam blog ini, tapi blom tau kapan... )

Para relawan yang dipilih secara acak ini meliputi berbagai kalangan dari pelajar sampai karyawan, dari dokter hingga tukang sol sepatu, dari tua hingga muda, dan dari sabang sampai merauke.... ( hahaha, yang ini ngarang... biar seru).

Nah, seperti yang telah diceritakan sebelumnya, awalnya akang ”x” merasa keberatan ketika ditodong agar menceritakan kisah dibalik lagu “Hilang”.
”Takut membuka luka lama,” katanya lirih. Memang lagu ini menceritakan perasaan seorang cowok yang hancur lebur hatinya menyadari bahwa ceweknya ternyata gemar selingkuh sampai akhirnya si cewek hamil.

Namun demi fans ( ditambah sedikit teror ) akhirnya dia mau juga menuturkan kisah pahitnya itu, dan mendadak suasana tkp menjadi sunyiiii...hiiiiii..... semua orang yang lagi pada nongkrong di basecamp corneLL ini pada pasang muka serius, beberapa malah sibuk membersihkan telinga dulu ( iiiiih... ) biar lebih clear, katanya...

Jadi ceritanya begini,
”Sorgcowoyglgipcrantpisiceweskaslingkuhkrnskabgtslingkuhtrs
mbatrussicebngungnmntatlgmacoworesminyakdubrbuatapayagtudech?”

Haah???... Apaan nih?

”Lho kang ini cerita apa sih?” protes beberapa pendengar. Tenang... rupanya akang ”x” masih agak gak rela membeberkan kisahnya, jadi tunggu sebentar yaaa... lagi di rayu...

Naaah, setelah rayuan selesai, ini dia ceritanya:
”Konon ada sepasang remaja yang sedang di mabuk asmara. Yang cowok sayaaaang banget sama si cewek, yang cewek juga sayang sih tapi si cewek ini hobi selingkuh. Nggak tau hobi kok aneh begitu... mentang-mentang kakeknya si cewek yang berdarah biru ( keturunan bangsawan yang rada feodal, yang masih meributkan masalah bobot, bibit, dan bebet ) punya banyak ( cadangan ) istri , jadi aja nurun ke cucu perempuannya, mungkin ...

Pokoknya nggak keitung deh selingkuhan si cewek, dan karena pergaulan si cewek yang bebas sebebas-bebasnya akhirnya si cewek kebablasan dan seperti kebanyakan cerita-cerita di indonesia si cewek pun tek dung = melendung = pregnant = hamil = berbadan dua.

Demi menghadapi kenyataan bahwa dirinya hamil (itu juga nggak tau dapet sumbangan benih dari pemuda yang mana), dan karena nggak tau musti ngapain, si cewek ini akhirnya berterus terang dan minta tolong ma cowok resminya kudu berbuat apa. Lieur we si cowokna.... (Pusing aja si cowoknya)...
Nah, akibat rasa sayangnya yang tulus pada si cewek, sang cowok pun dengan ( mungkin agak nggak ) rela menerima si cewek seadanya... eh.... apa adanya.”

Udah aja, ceritanya sampai di sini... sang pendongeng ngambek soalnya beberapa pendengar ada yang ketiduran, sih...
”Ih meuni teu ngahargaan ka aing, aing teh keur curhat yeuh....ngadon sarare... sebel...” mungkin begitu kira-kira omelan akang ”x” ini.

Terjemahan bebasnya:
”Ih nggak ngehargain gw banget, gw nih lagi curhat…malah pada tidur....sebel..”

Memang Arly sang pencipta lagu mengakui bahwa lirik lagu ”hilang” yang dia buat ini -- apa ya -- meminjam istilah beberapa komentar pendengar, syairnya ”daleeem banget... ” ( terang aja dalem, arly kan waktu itu lagi gali sumur... hahaha ). Becanda, ding...

” Ya lagu ini adalah merupakan bentuk rasa simpati saya pada si cowok, yang rela berkorban apa saja bahkan korban perasaaan dalam menghadapi kelakuan ceweknya. Mungkin itu yang namanya cinta yang tulus, ya?” kata Arly.
Wah nggak tau ya, ly... aku orang baru sih di sini...

Arly menyambung,” Lagipula dorongan untuk membuat lagu berdasarkan cerita ini begitu kuat menggelora dalam dada ini, hingga ku tak kuat lagi menahan hasrat yang menggelora, yang tanpa sadar telah menggerakkan jemari ini untuk menggoreskan kisah kasih ini dalam sebait lirik, bagaikan magma yang siap dimuntahkan ke segala penjuru dunia, bagaikan lilin yang rela memberikan tubuhnya dibakar api demi memberi sepercik sinar dalam kegelapan, oh kasihku.... kau bagaikan bidadari yang begitu... ARGGGH...”

Ah, udah dulu ya pembaca, saya kabur dulu, Arly-nya dah kumat tuh...
Mohon maaf bilamana ada kata-kata yang meninggalkan goresan tidak menyenangkan dalam hati, salam cinta buat kalian semuaaah...

Permisi, sampai jumpa lagi kapan-kapan....
Semoga sajian ini mampu memuaskan dahaga kalian...
Terakhir Selamat Tahun Baru 1430 Hijriah / 29 Desember 2008 bagi yang merayakan.

diceritakan kembali oleh sikoen

Selengkapnya...